alonganaz

Sains Dalam Al-Quran

In Islam on April 23, 2010 at 11:32 am

1. Teori Big Bang

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahawasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya (dengan kekuatan Kami).“ al-anbiya ayat 30

2. Matahari Pusat Edar

“Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga  beriman? Dan, matahari bergerak pada garis edarnya. Demikian ketetapan Tuhan Yang Maha Kuasa dan Mengetahui.” (Yaasin: 38).

3.  Air Tawar di Tengah Lautan

Dan, Dialah yang menciptakan dua laut mengalir (berdampingan) yang ini tawar lagi segar dan yang lainnya masin lagi pahit. Dan Dia jadikan antara kedua-duanya dinding dan batas yang menghalanginya.” al-furqan 53

4.  12 Bulan

“Sesungguhnya bilangan bulan-bulan pada sisi (hukum) Allah s.w.t  ialah dua belas bulan, (yang telah ditetapkan) dalam kitab Allah s.w.t semasa Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan yang dihormati. (Ketetapan) yang demikian itu ialah agama yang betul lurus, maka janganlah kamu menganiayai diri kamu dalam bulan-bulan yang dihormati itu (dengan melanggar larangan-Nya); dan perangilah kaum kafir musyrik seluruhnya sebagaimana mereka memerangi kamu seluruhnya; dan ketahuilah sesungguhnya Allah beserta orang yang bertakwa.” (at-Taubah: 36)

Seperti yang diketahui, arah kiblat menggunakan posisi matahari yang beristiwa (transit) di atas (zenith) Kaabah atau Masjidil Haram. Fenomena ini berlaku apabila matahari dalam terbit dan terbenamnya dalam sehari, mengalami tengah hari (disebut istiwa/transit) tepat atau hampir tepat di titik zenith (dengan kata lain, berada betul-betul di atas Masjidil Haram atau Kaabah). Peristiwa ini hanya berlaku dua kali setahun, iaitu pada 28 Mei, dan 16 Julai setiap tahun. Sekalipun terdapat pandangan mengenai tahun lompat dan sebagainya, sebagai suatu kaedah rujukan bayang, selisih yang wujud adalah kecil, justeru nilai atau tarikh di atas boleh digunakan setiap tahun.

Semasa peristiwa ini berlaku, matahari seolah-olah menjadi puncak tiang yang didirikan di atas Kaabah, yang mana ianya boleh disaksikan dari setiap pelosok bumi yang masih mengalami siang ketika itu (dengan kata lain, masih nampak matahari). Ini membolehkan matahari ketika itu, menjadi petunjuk di mana arah Kaabah dengan tepat.

Dan langit itu Kami bina dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya. (Surah az-Dzariyat; 47)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: